Sisakan Satu Untukku

Sisakan satu untukku Roti gandum kecoklatan berisi kumbu Sebagai pengusir laparku Tatkala hari turun matahari beradu   Sisakan saja satu untukku Agar perut kecilku ini tak lagi ngilu Agar malam ku tak lagi sayu Ketika mata dan bibir ku mulai meracu   Tolong sisakan satu untukku Bukankah Kau sudah menyimpan kue bolu? Kau ambil dari [...]

Pejalan Tua

Pejalan Tua itu tertatih Napasnya berpadu dalam letih Menyusuri lorong demi lorong Kehidupan yang panjang nan gulita Tangannya keriput Meraba-raba dinding lorong Seolah melihat Padahal pandangan matanya mulai buram Pejalan Tua masih tertatih Diantara gulita yang membayang Tertumpuk segala beban pada pundak Yang bahkan tak lagi tegak Kaki-kakinya gemetar Seolah merintih Meminta rehat barang sejenak [...]

Aku Hanya Sedang Merindu

Dawai senar senja jatuh Membenamkan jatuhnya daun Pada batas sang Mentari jingga Dalam hening ku sapa Dalam bisu ku peluk Segenap rindu akan parasmu Lama sudah aku tak mampu berbahasa Bahkan hanya sekedar untuk berperibahasa Untuk melukiskan sebuah kata cinta Dalam hening penuh makna Pun lama sudah kita tak bersua Karena batas dinding udara Menyekat [...]

Ricik Sang Waktu

Aku takut pada ricik sang waktu Yang mungkin akan membawaku Pada lorong-lorong kosong Berdinding kesunyian Yang menggema Hening suara mu Aku takut pada ricik sang waktu Yang dapat mengombak Menyapu penuh deru Lalu menarik segala sesuatu Menuju ketiadaan dan kekosongan Ricik sang waktu bersenandung pelan Diantara riuh rendah bising penuh kesunyian Diantara penuh sesak kekosongan [...]

Janji Itu Adalah Aku

Sunyi itu lagi Hening itu lagi Datang menyambut suatu pagi Di pertengahan bulan Juni Yang datang berhias pelangi Terik sengat sang Matahari Mulai meninggi Seirama burung pagi yang berhenti bernyanyi Dan hari pun jatuh dalam sunyi Lalu hening kembali Pikiran ku kosong Mengembara pada lorong-lorong Lalu sunyi tak bermakna Deru hening nyanyian mu Menggema diantara [...]