Sisakan Satu Untukku

Sisakan satu untukku Roti gandum kecoklatan berisi kumbu Sebagai pengusir laparku Tatkala hari turun matahari beradu   Sisakan saja satu untukku Agar perut kecilku ini tak lagi ngilu Agar malam ku tak lagi sayu Ketika mata dan bibir ku mulai meracu   Tolong sisakan satu untukku Bukankah Kau sudah menyimpan kue bolu? Kau ambil dari [...]

Pejalan Tua

Pejalan Tua itu tertatih Napasnya berpadu dalam letih Menyusuri lorong demi lorong Kehidupan yang panjang nan gulita Tangannya keriput Meraba-raba dinding lorong Seolah melihat Padahal pandangan matanya mulai buram Pejalan Tua masih tertatih Diantara gulita yang membayang Tertumpuk segala beban pada pundak Yang bahkan tak lagi tegak Kaki-kakinya gemetar Seolah merintih Meminta rehat barang sejenak [...]

Aku Hanya Sedang Merindu

Dawai senar senja jatuh Membenamkan jatuhnya daun Pada batas sang Mentari jingga Dalam hening ku sapa Dalam bisu ku peluk Segenap rindu akan parasmu Lama sudah aku tak mampu berbahasa Bahkan hanya sekedar untuk berperibahasa Untuk melukiskan sebuah kata cinta Dalam hening penuh makna Pun lama sudah kita tak bersua Karena batas dinding udara Menyekat [...]

Biarkan Saja Bunga Itu

Biarkan saja bunga itu Mekar di bawah siraman cahaya matahari musim semi Yang jatuh lebih awal di tahun ini Biarkan saja bunga itu mekar sendiri Dalam sentuhan lembut sang hening pagi Di penghujung bulan Mei Saat mentari sedang jengah tatkala bersembunyi Kenapa tak Kau biarkan saja bunga itu Biarkan ia tumbuh lalu mekar dengan keindahannya [...]

Benci

Jangan tinggalkan semangatmu Jikalau itu adalah bencimu Nyalakan amarahmu Biar berkobar dendammu Membakar dan menghanguskan Tiap jiwa dalam lingkaran bencimu Jangan kobarkan asamu Bila engkau tak mampu mengungkung bencimu Jangan kau ikat bencimu Dalam batas sudut sembunyi Biarkan Dia bebas, biar dia lepas Biar menerkam jiwa-jiwa yang tak berwelas Bumbungkan asap bencimu Karena itulah asa [...]