Sisakan Satu Untukku

Sisakan satu untukku Roti gandum kecoklatan berisi kumbu Sebagai pengusir laparku Tatkala hari turun matahari beradu   Sisakan saja satu untukku Agar perut kecilku ini tak lagi ngilu Agar malam ku tak lagi sayu Ketika mata dan bibir ku mulai meracu   Tolong sisakan satu untukku Bukankah Kau sudah menyimpan kue bolu? Kau ambil dari [...]

Pejalan Tua

Pejalan Tua itu tertatih Napasnya berpadu dalam letih Menyusuri lorong demi lorong Kehidupan yang panjang nan gulita Tangannya keriput Meraba-raba dinding lorong Seolah melihat Padahal pandangan matanya mulai buram Pejalan Tua masih tertatih Diantara gulita yang membayang Tertumpuk segala beban pada pundak Yang bahkan tak lagi tegak Kaki-kakinya gemetar Seolah merintih Meminta rehat barang sejenak [...]

Aku Hanya Sedang Merindu

Dawai senar senja jatuh Membenamkan jatuhnya daun Pada batas sang Mentari jingga Dalam hening ku sapa Dalam bisu ku peluk Segenap rindu akan parasmu Lama sudah aku tak mampu berbahasa Bahkan hanya sekedar untuk berperibahasa Untuk melukiskan sebuah kata cinta Dalam hening penuh makna Pun lama sudah kita tak bersua Karena batas dinding udara Menyekat [...]

Gelas Air

Ingin aku melontar secuil tanya Namun apa daya Sepasang bibir kecil ini hanya mampu membisu Mengunci rapat sang lidah Membuatnya menjadi seonggok daging yang hening Dalam benak ku bergejolak hauskah dirimu wahai gadis ku? Ah, rasanya ingin aku ambilkan untuk mu Segelas penuh berisi air untuk mengusir dahagamu Yang menggelitik setiap sudut kerongkongan mu.   [...]