Mata

Bagaimana mungkin, sepasang mata itu bisa menampilkan duka dan bahagia dalam satu waktu yang bersamaan jika keduanya terhubung oleh satu rangkaian jiwa yang bersumber pada satu akar kehidupan yang sama. Bagaimana mungkin, sepasang mata yang tak pernah bisa terpisahkan oleh selembar dinding udara itu bisa menyajikan dua hal berbeda, dua hal yang saling bertentangan. Bagaimana [...]

Aku Hanya Sedang Merindu

Dawai senar senja jatuh Membenamkan jatuhnya daun Pada batas sang Mentari jingga Dalam hening ku sapa Dalam bisu ku peluk Segenap rindu akan parasmu Lama sudah aku tak mampu berbahasa Bahkan hanya sekedar untuk berperibahasa Untuk melukiskan sebuah kata cinta Dalam hening penuh makna Pun lama sudah kita tak bersua Karena batas dinding udara Menyekat [...]

Sang Waktu

Waktu senantiasa penuh kuasa Sontak menarik segalanya Meninggalkan setiap yang terlena Menyuruk dalam sudut sesal nan gulita Tiada cahaya tiada asa Hanya sesal yang menyisa Waktu pun tak pernah bercanda Segalanya terasa nyata Setiap tampar lembutnya adalah fakta Pertanda bahwa manusia tiada berkuasa Pada apa yang ada Bahkan pada selapis udara Yang memenuhi setiap rongga [...]

Cerita Ini Tentang Seorang Penjual Ember

Namanya adalah Sardi. Salah seorang pemuda di Desa ku. Badannya tinggi, agak kurus dan kehitaman. Sardi adalah seseorang yang begitu percaya dengan hal-hal magis nan aneh. Kepercayaan itu selalu ia terapkan dalam setiap perjalanan kehidupannya. Karena hal itulah, maka banyak orang-orang di kampungku yang menganggapnya sebagai orang yang "aneh". Bahkan tidak sedikit yang menyebutnya sebagai [...]

Biarkan Saja Bunga Itu

Biarkan saja bunga itu Mekar di bawah siraman cahaya matahari musim semi Yang jatuh lebih awal di tahun ini Biarkan saja bunga itu mekar sendiri Dalam sentuhan lembut sang hening pagi Di penghujung bulan Mei Saat mentari sedang jengah tatkala bersembunyi Kenapa tak Kau biarkan saja bunga itu Biarkan ia tumbuh lalu mekar dengan keindahannya [...]