Katamu

Katamu
Langit itu membiru
Pertanda bahwa dirinya sedang merindu
Pada Bumi yang membatu

Katamu
Rembulan pun membiru
Tatkala merindu pada sang matahari yang kaku

Katamu
Angin mengembus
Karena menjemput rindu
Melebur dalam bayang kalbu
Lalu tenggelam bersama sang waktu

Tapi benarkah itu semua katamu?
Bukankah selama ini kamu membisu
Bukankah kamu tak pernah mengolah rindu
Karena sibuk dalam senandung bisu
Bagaimana bisa bisumu bersuara
Melontarkan serangkaian kata
Bila lidahmu saja sudah mati.

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s