Selagi Rindu

Selagi rindu menggelitik dalam suara keheningan
Mengapa tak dibiarkan saja ia tenggelam
Lalu mendekam pada sudut-sudut mata yang terpejam
Larut dalam batas keheningan

Selagi rindu menembus batas-batas lapisan dinding udara
Biarkan saja dia berkelana
Menjelajah sebaris cakrawala yang membentang di antara batas mata
Dan tenggelam dalam suara larut
Debur kesunyian

Selagi rindu itu mengikis asa
Tinggalkan saja segalanya
Termasuk rasa putus asa yang menggelayut diantara
Sudut ruang kepala yang tanpa logika itu.

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s