Pagi, Hujan Dan Secangkir Kopi Robusta

 

Pagi sunyi datang merayap
Mengendap-endap di bawah selapis embun bening. Yang menggantung
Di pucuk-pucuk hijau daun murbei
Lalu menyeruak kelabu. Menggelar layar kehidupan
Dan manusia adalah pemeran utamanya
Dalam sangkar kehidupan. Terkungkung sandiwara
Di atas realita

 

Hujan. Datang mengiring sang pagi
Bak sepasang kekasih dimabuk asmara
Keduanya bergandengan. Kemudian berpeluk dalam diam
Hujan seolah berbisik
Lalu bercerita pada sosok pagi yang nyata
Dan pagi memeluknya. Dalam balut cinta tanpa kata

 

Cinta tanpa suara. Suci untuk dinanti
Laksana secangkir kopi Robusta
Yang kutuang pada cangkir bergambar rusa
Lalu asapnya mengepul. Membumbung
Membelah udara. Seolah memekikkan seutas kata cinta
Di tengah alas Dunia yang bisu
Diam tak bernyawa.

 

 

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s