Tunawisma

Diantara dinding tak kasat mata yang membentang
Kau beradu tangguh dengan selongsong dingin
Menyengat kulit menembus sang tulang
Hingga memelintirnya dalam kesuraman

Di atas selapis hamparan Bumi tak ber-atap
Kau sandarkan, Kau baringkan dan Kau tanggalkan
Segala bentuk kesombongan dan keputus-asaan
Segala bentuk keluhan yang membentang
Hingga mereka terduduk
Sejajar dalam balutan Dunia tak beratap tanpa hiasan

Di bawah langit kelabu yang menghampar
Kau bebas tak terikat juga tak tertambat

Kau ungkap duka lara pada mereka
Namun mereka tiada merasa
Karena tak semua jiwa itu bermartabat
Hingga bukan derma yang kau dapat
Justru sumpah serapah penuh umpat
Dari mereka yang keparat
Yang hidup dari balik jaring-jaring kawat.

 

Yogya, 2016

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s