Penjara

Baris-baris besi berdiri tegak
Rapat saling terikat
Menyisakan sekat-sekat
Sirkulasi udara tak terhambat
Mengurungku dalam pikiran pekat

Dingin. Sungguh memang dingin
Lantai ubin kehitaman
Mengembun tatkala dingin senyap turun
Lalu lembab hingga menjadikannya pengap

Penjara. Ya aku terpenjara
Terkungkung dalam artian sebenarnya
Di balik kerangkeng barisan besi
Dikelilingi sipir berpakaian necis
Dengan rambut rapi dan pentungan sakti

Berkali-kali aku berpikir
Berkali aku meronta
Pun berkali aku membela
Toh hasilnya tetap sama

Penjara itu mengurungku
Lewat dosa yang tak pernah kutahu
Oh Pak Sipir pengabdi Negara
Aku bukanlah pemerkosa
Bukan pula pengedar narkoba
Pun bukan korupsi uang kas Desa

Aku hanyalah anak manusia
Yang berprosa dan bercumbu dengan rangkaian kata
Lalu untuk apa
Aku Kau penjara?

 

Yogya, 2016

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s