Bagaimana Mungkin

Aku terpenjara
Diantara pagar-pagar keangkuhan
Dikelilingi tembok-tembok kebohongan
Dalam balutan atap kekosongan

Salah ku?
Ah, kurasa tidak
Rasanya Aku memang sudah terlahir
Dalam dunia yang sudah bermuka dua

Lalu salah Dunia?
Tidak. Tidak. Tentu saja tidak.
Untuk apa menyalahkan dunia yang tak bersuara?

Bagaimana mungkin
Dunia akan mengngkuhkan dirinya sendiri?
Atau bagaimana mungkin
Dunia akan membangun inchi demi inchi
Tembok hitam gelap yang menutupi
Wajahnya yang bopeng karena ulah manusia?

Pun bagaimana mungkin
Dunia akan mengatapi dirinya sendiri
Dengan baris-baris kekosongan
Bila di atasnya sudah menghampar langit kelabu nan bisu?

Lalu siapa salah?
Salah
Mengapa kita harus mencari si salah
Bila kesalahan itu sendiri
Tak pernah mencari dirinya sendiri.

 

Yogya, 2016

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s