Kosmologi : Sedikit Tentang Sejarah Jagad Raya

Alam semesta atau yang biasa disebut juga sebagai jagad raya merupakan objek yang menarik sekaligus penuh dengan misteri. Gelaran jagad raya yang penuh dengan misteri tersebut tak pelak tentu saja memunculkan berbagai pertanyaan dan spekulasi tentang jagad raya itu sendiri. Tulisan singkat dengan judul Kosmologi : Sedikit Tentang Sejarah Jagad Raya ini bukan ditulis oleh orang yang benar-benar paham mengenai segala bentuk misteri yang tersimpan di balik gelapnya alam semesta. Tulisan ini hanyalah sepercik pengetahuan dasar yang mungkin dapat dijadikan sebagai bahan renungan disela-sela menikmati secaangkir kopi yang dipadu padankan dengan sebatang rokok yang mengepul asapnya.

Sebelum melangkah lebih jauh ke ranag Kosmogi : Sedikit Tentang Sejarah Jagad Raya, maka tidaklah ‘sopan’ apabila tidak diulas terlebih dahulu mengenai pengertian dari istilah kosmologi itu sendiri. Secara akar bahasa, kosmologi berasal dari bahasa Yunani yakni berupa cosmos dan logos. Cosmos dapat diartikan sebagai, keteraturan, dunia atau alam semesta sedangkan logos dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan. Kosmologi dapat didefinisikan sebagai sebuah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang struktur ruang waktu alam semesta.

Perkembangan pengetahuan mengenai alam semesta, terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan kehidupan umat manusia. Dan setiap kemajuan baru didalam pemahaman mengenai jagad raya ternyata semakin memperkecil peran manusia di dalamnya. Meskipun pada dasarnya, setiap bentuk kemajuan yang dicapai, selalu menimbulkan kekaguman baru dan bahkan memunculkan deretan-deretan pertanyaan baru. Pengamatan-pengamatan astronomi abad ke tujuh belas mengungkapkan fakta bahwa bumi bukanlah merupakan pusat dari tata surya, melainkan hanya sebuah planet yang mengitari matahari. Dan kemudian, pada abad ke sembilan belas, para astronom mengarahkan teleskopnya ke bintang-bintang dan menggunakan peralatan spektroskopi yang dikembangkan untuk mengukur berbagai panjang gelombang bintang-bintang.

Dari usaha tersebut, ditemukan fakta bahwa matahari kita ternyata hanyalah sebuah bintang biasa yang bahkan tidak memiliki kedudukan yang istimewa dalam skala galaksi. Matahari kita yang setiap hari bersinar memancarkan energi kehidupan, hanyalah satu dari sekitar seratus milyar bintang dalam sebuah galaksi yang kita sebut sebagai Bima Sakti (Milky Way).

Dari teleskop para astronom tersebut pulalah terungkap beberapa objek aneh seperti gumpalan awan yang biasa disebut sebagai nebula. Gumpalan-gumpalan tersebut cenderung redup, yaitu sepotong cahaya lebar yang melebihi ukuran bintang. Beberapa nebula tersebut kemudian dapat disimpulkan sebagai kumpulan gas dalam galaksi atau yang biasa disebut sebagai materi antar bintang. Nebula-nebula ini dapat menyatakan sebagai bentuk materi baru tempat bintang-bintang dibentuk, atau bisa juga menyatakan sisa dari bintang yang mengakhiri hidupnya dengan sebuah ledakan dahsyat (supernova).

Semakin banyak nebula dan galaksi yang ditemukan, maka semakin jelas pulalah kedudukan kita di dalam jagad raya yang luas ini. Seiring ditemukannya kedudukan matahari yang hanya satu dari sekitar seratus milyar bintang dalam galaksi Bima Sakti, juga tidak menutup kemungkinan bahwa mungkin saja galaksi Bima Sakti sendiri merupakan salah satu dari seratus milyar galaksi yang ada di alam semesta. Siapa yang bisa memastikan?

Salah satu terobosan hasil pengamatan dalam dunia astronomi adalah pengamatan yang dilakukan oleh Edwin Hubble. Pengamatan Hubble menghasilkan sebuah pernyataan yang sangat menarik untuk dikaji : detiap galaksi bergerak menjauhi kita (dan menjauhi yang lainnya) dengan kelajuan yang sangat tinggi. Semakin jauh posisi galaksi tersebut dari kita, maka semakin tinggi pula kelajuannya dalam menjauhi kita.

Kesimpulan mengesankan dari hasil pengamatan ini akan menuntun pada model standar jagad raya beserta asal-usulnya. Apabila semua galaksi bergerak saling menjauh, maka sudah barang tentu sebelumnya adalah saling berdekatan. Kemudian, jika kita kembali cukup jauh ke masa lampau, maka semua materi tentulah berasal dari sebuah singularitas (kelengkungan) berkerapatan tak-hingga yang mengalami ledakan dahsyat. Peristiwa ini yang untuk selanjutnya disebut sebagai Big Bang (Ledakan Besar)

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s