Gravitasi Bukanlah Gaya

Sejenak mari kita lepas penat kita. Biarkan pikiran kita berelaksasi. Lalu biarkan sepenggal tulisan ini kembali menyegarkan pikiran Anda, dan membawa para pembaca ke dalam sebuah ranah imajinasi dan juga gambaran yang selama ini belum dan juga bahkan tidak pernah terlintas dalam benak dan juga pikiran Kita sekalian.

Alam raya ini memiliki keteraturan (kosmos) yang sungguh luar biasa mengaggumkan. Betapa sempurnanya mahakarya dari Tuhan semesta alam ini. Mari sejenak kita menatap indahnya langit yang luas membentang laksana sebuah payung raksasa yang senantiasa memayungi kita,memberikan nuansa simphoni keindahan yang tak terkira nilainya. Lihat pula sistem tata surya kita, dimana sebuah bintang bernama matahari menjadi pusat tata surya kita, lalu,bumi,bulan dan planet-planet lainnya, seperti merkurius hingga uranus, serta bermacam-macam asteroid dan juga meteorid yang memiliki ukuran bervariasi, seperti ikarus, menjadi pengikut-pengikut setia matahari. Mereka begitu teratur dalam orbit mereka untuk mengelilingi pemimpin mereka, yaitu Matahari kita. Mereka berputar mengelilingi Matahari dengan begitu teratur, dengan suatu periode tertentu dan juga dengan kecepatan sudut yang tertentu pula. Sehingga untuk melakukan satu kali putaran mengelilingi Matahari (revolusi) tentu saja memerlukan waktu yang berbeda antara satu dan yang lainnnya.

Lalu pernahkah kita sejenak bertanya, apakah yang menyebabkan mereka (dalam hal ini bumi dan seluruh koleganya, penghuni ranah tata surya kita) dapat mengelilingi Matahari sebagai pusat tata surya ini? Sembilan puluh sembilan persen pasti akan menjawab akibat gaya gravitasi yang ditimbulkan oleh Matahari yang bekerja pada masing-masing anggota tata surya kita, dimana gaya gravitasi tersebut seolah-olah menarik setiap benda anggota sistem tata surya kita dan memaksa mereka untuk menggelilingi dia (Matahari). Kejadian/penjelasan itu biasa di analogikan dengan sebuah benda yang diikat dengan sebuah tali, lalu kita putar tali tersebut dengan suatu kecepatan sudut tertentu dan akibatnya ia dapat berevolusi. Inilah salah satu teory cemerlang yang pernah di ungkapkan oleh salah seorang great saintis kita, Newton. Dimana ia menggunakan teori dan juga hukum gravitasi universalnya yang ia ungkapkan sebagai sebuah pernyataan yang kurang lebih dapat di sampaikan begini, besarnya sebuah gaya gravitasi yang bekerja pada dua buah massa, akan sebanding dengan hasil kali kedua massa tersebut, dan akan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar keduanya. Salah satu teori dan juga hukum yang fantastik, dan begitu sukses menjelaskan fenomena-fenomena tersebut di atas. Penjelasan melalui sudut pandang Newton ini begitu memuaskan rasa haus dan juga dahaga akan rasa ingin tahu di kalangan para ilmuwan pada zaman itu. Dan bahkan hingga saat ini pun hampir sebagian besar masyarakat mengakui kebenaran itu, dan pandangan inilah (NEWTONIAN) yang begitu melekat dikalangan para awam.

Akan tetapi, bagi para individu-individu yang menggeluti dunia fisika, dan juga individu-individu yang tidak terlalu puas dengan jawaban dari pandangan Newtonian tersebut, maka mereka perlahan mulai menganaktirikan paham Newton. Karena ada suatu pandangan baru yang ternyata lebih revolusioner dan juga lebih sesuai dengan hasil-hasil pengamatan yang ada. Pandangan baru tersebut adalah pandangan dari sudut pandang Einstein, yang ia kemukakan lewat teori Relativitas Umumnya yang begitu mengaggumkan untuk memprediksi beberapa fenomena alam yang tak dapat di prediksikan oleh pandangan newton, dan juga kesesuaian teori tersebut (teori relativitas umum) dengan hasil pengamatan sangatlah precise. Namun tak banyak yang mau untuk memperdalam pandangan mereka mengenai alam raya dengan teori baru ini, padahal, teori ini merupakan salah satu teori yng cukup mengaggumkan buah karya salah satu insan manusia, Albert Einstein.

Pandangan itu dimulai ketika ia menyatakan bahwa “GRAVITY IS NOT A FORCE”, gravitasi itu bukan sebuah gaya. Lalu apakah gravitasi itu, jika ia bukan gaya? Sungguh hal yang cukup kontradiktif dengan paham newton sebelumnya, dimana gravitasi adalah gaya. Einstein mengungkapkan bahwa gravitasi bukanlah sebuah gaya, gravitasi adalah manifestasi atau efek yang ditimbulkan oleh kelengkungan ruang waktu di sekitar sebaran suatu massa dan juga energi. Jadi sebenarnya ruang-waktu kita ini melengkung, tidaklah datar seperti yang di ungkapkan oleh pandangan Newton sebelumnya. Sungguh hal yang tak terbayangkan sebelumnya. Lalu jika ruang-waktu melengkung, kenapa bumi dan anggota tata surya lainnya bisa mengitari matahari jika tidak ada gravitasi yang bekerja padanya dan jika gravitasi itu bukan gaya? Memang bukan gaya yang menyebabkan bumi dan koleganya mengitari matahari, tapi kelengkungan ruang-waktu yang diciptakan oleh matahari itulah yang menyebabakan seluruh penghuni tata surya mengitari matahari. Telah di sebutkan sebelumnya bahwa, di sekitar suatu massa dan energi, maka ruang waktu itu akan melengkung, adanya distribusi massa dan energi akan menyebabkan ruang-waktu melengkung, sedangkan kelengkungan ruang-waktu akan mempengaruhi distribusi massa dan energi. Jadi matahari kita menyebabkan ruang waktu di sekitarnya itu melengkung, dan kelengkungan inilah yang memberikan efek agar seluruh penghuni tata surya mengitari matahari. Seluruh penghuni tata surya itu melintasi matahari dalam suatu lintasan geodesik dalam koordinat ruang-lengkung. Lintasan geodesik adalah suatu lintasan yang paling lurus dalam koordinat lengkung, yang tentu saja memiliki jari-jari lengkung yang paling besar dan nilai kelengkungan yang paling kecil. Setiap penghuni, akan hanya memiliki satu saja lintasan geodesik yang dapat ia lewati. Dan dalam lintasan geodesik inilah, mereka berputar mengintari matahari, karena tiap benda memiliki lintasan geodesik masing-masing, maka tidak memungkinkan terjadinya suatu tabrakan. Suatu tabrakan akan terjadi, jika lintasan geodesik salah satu atau beberapa benda berubah, dan ini berarti juga akan terjadi perubahan pada koordinat lengkungnya yang tentu saja di akibatkan oleh distribusi massa dan energi yang pasti berubah. Jadi jelasah bawa bukan gaya yng menyebabbkan bumu beredar menggelilingi matahari, bukan sebuah gaya yang menyebabkan bulan dan satelit-satelit itu mengelilingi bumi, bukan pula sebuah gaya yang menyebabkan sebuah apel jatuh bebas ke permukaan bumi. Itu semua adalah akibat atau manifestasi dari adanya suatu kelengkungan koordinat ruang-waktu.

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s