Sajak Kecil Untuk Kawan Ku

Pagi kelabu datang lagi
Merayap-rayap
Merambat melalui jendela kayu
Yang bergeming menatap rumpu bambu

Pelan-pelan senyum sipit Bulan Sabit
Tersapu samar semburat kelabu
Yang turun di awal pagi Bulan Ke Tujuh

Di sebuah pondok bambu
Terpencil di kaki Pegunungan Seribu
Terdengar riuh-rendah lengu suara Lembu
Yang menunggu sang Empu
Menebar ikat demi ikat rumput jerami yang layu

Ah, pagi memang selalu turun indah
Berhias kehangatan
Laksana kawan lama

Ah, dan pagi itu mengingatkan aku
Pada sosok kecil sahabatku
Yang lenyap ditelan Ibu Kota
Tenggelam dalam lautan manusia
Lupa pada tanah kapur yang tak sehalus sutra

Hai Kawan ku
Ingatkah kau padaku
Seperti ingatnya sang pagi
Yang selalu turun di penghujung malam?

 

Yogyakarta, 2016

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s