Sendu

Sendu itu datang lagi
Menyapa lalu menghampiri
Sekedar mencumbu sepotong hati

Kulihat arak awan yang membawa hujan
Lembut berwarna kelabu
Telah berpindah ke sudut matamu
Menjatuhkan butir demi butir air jernih
Yang merambat diantara sepasang pipi yang merekah

Awan sendu mengirim air mata
Terpancang diantara seraut wajah indah
Dan mengubahnya
Menjadi seonggok raut wajah tak bermakna
Dan menyimpan sejuta metafora.

 

Yogyakarta, 2016

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s