Ironi Sang Pagi

Sentuhan lembut dingin pagi
Membangunkan aku
Menanggalkan segala mimpi yang menari
Di atas bayang ketaksadaran diri
Lalu membanting ku
Jatuh kembali ke Dunia realita yang menyala

Ku lempar selirik pandang
Ke atas meja kecil di sudut kamar
Tampak sebuah cangkir kecoklatan
Yang mengepulkan asap
Memecah dingin nan sunyi

Ah, secangkir kopi itu lagi, pikir ku
Mengapa lagi-lagi kau tuangkan kopi ke dalam cangkir kecil itu?
Ketika aku tak pernah meminumnya
Sedikit pun.

 

Yogyakarta, 2016

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s