Sepenggal Sajak Untuk Paman Petani

Pagi masih mengintip malu-malu
Bersembunyi di balik tirai dingin yang menghampar
Menyembunyikan segala rona sang fajar
Menutup seberkas cahaya kehangatan

Matahari pun belumlah jatuh
Namun telah ku lihat punggung mu
Berarak rapi menuju kehidupan
Berhias cangkul dan sabit
Bertopikan semangat dan tekat
Berselimut doa
Bahwa kelak panen raya akan segera tiba

Paman petani
Betapa besar jasa mu untuk bangsa
Namun semuanya terlupa
Seolah tersamar
Oleh harga kehidupan yang tiada tara

Wahai paman petani
Engkau manusia mulia
Berjubah kesederhanaan
Berhias penerimaan

Kepada mu kami berterima kasih
Karena peluhmu lah beras-beras terhampar di meja kami
Karena kesabaran lah sayuran menghijau ini menjadi pelengkap kami
Karena Doa mu lah buah-buah dan kesehatan ini sampai pada kami
Sungguh
Engkau pantas mendapatkan segala bentuk
Terima kasih dan pujian
Dari kami
Yang kau beri makan.

 

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s