Sepotong Bulan Sabit Di Langit Bulan September

Sepotong bulan sabit
Nampak mengintip malu
Dari balik tirai langit bulan September
Sepotong senyumnya merekah
Laksana senyuman seorang kekasih yang dibuai ombak lautan cinta

Sepotong bulan sabit yang sama
Berdiri anggun di atas peraduan
Seolah ingin menegaskan kepada seluruh alam
Dirinyalah sang Raru Malam
Pemilik pekatnya malam
Juga segala keindahan yang melekat pada tirai sang Malam

Di bawah kilau samar tatapan sang Rembulan
Aku berkeluh kesah
Pada sekuncup dedaunan
Ku ceritakan kepadanya
Tentang kehidupan bertopeng kepalsuan
Tentang kebahagian beralas kemunafikan
Tentang cinta yang dibangun di atas bingkai dosa
Tentang Dunia manusia dan segala keangkuhannya
Tentang matinya rasa kemanusiaan
Tentang Sepotong Bulan Sabit
Yang bernyanyi penuh Harmoni
Jauh di atas sana.

 

Yogyakarta, 2016

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s