Seorang Gadis Di Musim Bunga

Di Lembah Sungai Keindahan

Yang jernih airnya

Mengalir diantara bebatuan

Tertutup lembut cahaya kehidupan

Aku melihat seorang gadis

Bermata kecoklatan bak sebiji anggur di bawah sulur dedaunan

Berambut hitam tergerai laksana malam nan pekat

Berwajah anggun nan rupawan

Laksana langit senja tatkala musim gugur tiba

 

Ia termenung

Duduk di atas batu yang menghitam

Diantara bunga-bunga yang bermekaran

Disela riuh rendah suara mekarnya bunga-bunga

Diantara bisikan lembut angin

Perlahan aku mendengar

Sang Gadis yang mulai bersenandung

Lembut suara indahnya

Menggema diantara Lembah Keindahan

Mengusir lembut kesunyian yang membalut manja

 

Sayup -sayup aku kembali mendengar

Bait-bait penuh rangkaian kata yang dinyanyikan

Penuh dengan harmoni dan keselarasan

Beberapa potong nada

Meliuk naik turun berhias keindahan

Bait demi bait terdengar saksama

Berirama penuh makna

memaksa ku menajamkan kalbu

Untuk sekedar jatuh dalam simpuh

Ke dalam dunia senandungnya yang menggema itu

 

Perlahan aku pun terjaga

Diantara dua jiwa yang terluka

Samar aku kembali mendengar

Nyanyian hati seorang perempuan

Berkisah tentang perpisahan

Dan kesunyian.

 

Yogyakarta, Juni 2016

 

Advertisements

2 Comments

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s