Pagi, Secangkir Kopi Dan Sepotong Hati Yang Patah

Pagi datang menjelang

Menyapa hati dengan lembut dan penuh sahaja

Menyangking senandung penuh kerinduan

Sebagai hadiah bagi hati yang telah patah

 

Pagi pun datang kembali

Membelai lembut asap kopi yang mengepul

Mengusir benang-benang rindu

Yang membeku laksana selapis salju

 

Secangkir kopi di pagi itu

Menuangkan secercah kehangatan

Kepada sepotong hati yang membiru

Kepada sepotong hati yang mengharu

 

Dan

Masih dengan cangkir yang sama

Masih dengan kopi yang sama

Harum pekatnya menjadi sebuah penawar

Penawar bagi segala macam riuh-rendah resah

Penawar bagi segala gundah nan gelisah

Juga penawar bagi sepotong hati

Yang di pagi bersahaja itu

Tengah Teronggok

Dan Patah.

 

 

Yogyakarta, juni 2016

Advertisements

4 Comments

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s