Sepenggal Rindu Dari Masa Lalu

Gambar di atas diambil kurang lebih empat tahun yang lalu yakni di Sekolah Dasar Negeri Lembuak 02. Sekolah Dasar Negeri Lembuak 2 tepat berada di Dusun Temas, Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Mengapa saya bisa mendapatkan sepotong gambar itu? Ceritanya akan kita umbar dilain kesempatan. Tunggu ya.

Sekitar empat tahun yang lalu, penulis diberi kesempatan untuk mengabdi pada masyarakat melalui Program KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang diselenggarakan oleh lembaga tempat penulis pernah bernaung untuk melepas dahaga akan pengetahuan yakni, Universitas Gadjah Mada. Program pengabdian ini adalah sesuatu hal yang wajib bagi segenap civitas akademika kampus. Semenjak awal kenal dengan program pengabdian ini, saya sudah memutuskan bahwa suatu ketika untuk mengambil/memilih lokasi pengabdian yang berada di luar Jawa. Mengapa? Salah satu alasannya cukup sederhana, yakni Indonesia itu luas, bukan hanya Jawa semata dan untuk mengenal Indonesia semakin mendalam, maka bermasyarakat dengan kehidupan di luar Jawa merupakan salah satu langkah kecilnya.

Singkat cerita, medaratlah Kami anggota KKN unit 97 Desa Narmada, Lombok Barat. Pada tanggal 8 Juli 2012 saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Pulau yang dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid itu. Mengenai perjalanan singkat lainnya akan saya tuliskan dilain kesempatan dan semoga saya masih ingat betul detil perjalanan itu. Dan selama hampir dua bulan, maka Desa Narmada-lah yang menjadi rumah ku. Dua bulan yang terasa singkat, dua bulan yang penuh kenangan, dua bulan yang penuh cerita dan dua bulan yang berharga.

Selama dua bulan yang penuh arti itu, salah satu program yang kami sentuh adalah ranah pendidikan dan Desa Lembuak 02 merupakan tanggung jawab utama bagi sub-unit saya yakni sub-unit Temas tempat sekolah itu berada. Kesan pertama ketika kami menyambangi Sekolah Dasar itu adalah sambutan yang begitu luar biasa dari anak-anak. Mereka begitu antusias dengan kedatangan kami. Tak butuh waktu yang lama bagi kami untuk bisa masuk ke dunia mereka dan juga tak butuh waktu lama bagi mereka untuk bisa masuk ke dunia kami. Sungguh kami bagaikan saudara lama yang dipertemukan kembali, tidak ada sekat yang menjadi dinding penghalang bagi kami untuk saling mengenal lebih jauh lagi.

Mengajar anak-anak luar biasa ini selalu menjadi hal yang dinantikan. Antusiasme yang luar biasa. Mereka tak segan untuk bertanya atau pun bercanda. Laksana Kakak-Adik dalam sebuah hubungan keluarga. Kami selalu terkesan dengan perilaku mereka, semangat belajar mereka juga kehangatan mereka dalam menyambut kami yang asing ini.

Dan kini, tak terasa sudah empat tahun berlalu. Empat tahun sudah kami meninggalkan anak-anak luar biasa itu. Dan kini semoga mereka tetap berada di lintasan yang benar, lintasan yang akan menuntun mereka pada sebuah kehidupan yang luar biasa yang mungkin saja salah satu dari mereka akan menjadi Negarawan hebat di suatu kelak. Empat tahun yang penuh kerinduan.

Ah, andainya tubuh ini memiliki sepasang sayap yang kuat, sudah barang tentu terbanglah tubuh ini, untuk kembali menginjakkan kaki di tanah Seribu Masjid dan berjumpa dengan kalian, orang-orang luar biasa.

Berkilo-kilometer rindu itu terbentang, dua selat memisahkan raga, jutaan butir air laut menjauhkan jiwa, namun rindu tiada pernah berdusta. Semoga segala asa, harapan dan keinginan akan terlaksana di masa yang akan datang, hanya untuk sekedar melepas rindu yang terkatung diantara ribuan kilometer kenangan.

 

Yogyakarta, 05 Juni 2016

Subagiyo

 

 

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s