Tentang Hujan

 

http://<a href=’URL_TUJUAN’> <img src=’URL_GAMBAR’ width=’LEBAR_GAMBAR’ height=’TINGGI_GAMBAR’ title=’JUDUL_GAMBAR’ alt=’DESKRIPSI GAMBAR’ border=’none’ /> </a>

Hujan selalu menyajikan sebuah cerita. Hujan, selalu datang membawa sebuah kenangan. Hujan selalu diiringi dengan sentuhan lembut akan sebuah kerinduan. Dan hujan selalu datang dalam bingkai sebuah lamunan.

 

Hujan, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah sebuah kata benda yang memiliki arti berupa titik-titik air yang berjatuhan dari udara karena proses pengembunan. Itu adalah definisi untuk hujan yang secara alamiah terjadi di muka Bumi yang senantiasa kita lihat ketika musim penghujan tiba. Lalu bagaimana dengan definisi hujan rindu? Hujan asmara? Hujan cinta? Apakah dapat dinyatakan sebagai bulir-bulir rindu ataubulir-bulir asmara atau bahkan titik-titik  cinta yang jatuh dari langit-langit kalbu dan menghujam ke dalam relung hati? 😀

Beberapa hari terakhir ini, hujan selalu menyelimuti kota Yogya tercinta ini. Setiap menjelang sore, langit selalu tampak murung. Ia berubah menjadi hitam berselimut mendung. Tak berapa lama kemudian, satu persatu butir air mata langit itu berjatuhan dengan begitu teratur. Menghujam, bersimpuh di kaki sang Ibu Bumi yang selalu setia menantinya. Raungan-raungan keras petir terdengar begitu menggelegar dan menggema ke seluruh penjuru. Terkadang aku melontarkan sebuah candaan bahwa mungkin saja Zeus dari Gunung Olympus yang dipuja oleh para manusia Yunani kuno itu sedang dalam suasana hati yang buruk sehingga ia melemparkan petirnya kesana-kemari, menembus awan-awan hitam yang bergumal-gumal dihamparan langitnya yang maha luas itu. Suasana hatinya yang begitu buruk Ia luapkan kepada mahluk Bumi yang tak berdaya ini. Mengapa tak ia luapkan saja pada Orion? Atau Poseidon? Atau bahkan Neptunus? Ah entahlah.

Hujan itu adalah sebuah misteri. Hujan adalah sebuah kejadian alamiah yang penuh dengan rahasia. Setidaknya itulah gambaran singkat yang melekat pada benak ku yang sempit ini. Mengapa hujan menjadi sesuatu yang misterius? Hujan itu terkadang menjadikan hati menjadi gundah gulana dan terbawa suasana (kalau menggunakan istilah kekinian dari anak muda sih baper), meskipun begitu hujan selalu menyajikan sebuah keindahan.

Ya, hujan selalu indah dan menyajikan sebuah keindahan. Hujan itu laksana sebuah mesin waktu mahakarya sang Kuasa Semesta Alam. Rintikan hujan yang datang menerpa Ibu Bumi, akan selalu mengantarkan lamunan dan ingatan mu ke masa-masa yang kita inginkan. Hujan selalu menyajikan cerita. Mengapa? Karena hujan akan selalu membawa mu kembali ke suatu masa yang begitu penting bagimu. Ambillah sebuah contoh, hujan sering membawa ku dan lamunan ku ke suatu masa ketika aku masih menjadi seorang anak dengan jenjang sekolah masih SD. Ingatan ku melayang. Rangkaian memori dan kenangan yang tersimpan pada Ruang Kenangan itu satu persatu diputar kembali hingga menjadi sebuah film memori yang begitu indah.

Tatkala itu aku masihlah seorang anak yang penuh dengan keceriaan. Aku hanyalah seorang anak yang masih belum mengerti akan arti sebuah tanggung-jawab dan ataupun arti tentang sebuah kedewasaan. Yang ada dalam benak ku waktu itu hanyalah bermain dan bersenang-senang, terutama tatkala sang hujan turun. Aku selalu bahagia tatkala hujan turun. Semakin deras ia menggema, akan semakin tertawa aku dan kawan-kawan ku. Kami menari dibawah rinai sang hujan. Kami tertawa dalam balutan sang hujan. Dan kami bermain dalam pelukan dingin sang hujan. Hujan dan dingin yang menggigit tiada pernah kami hiraukan. Petir dan Guntur yang berteriak dengan begitu lantang, kami abaikan. Bersenang-senang, hanya itulah yang tertulis dalam pikiran kami, sang anak-anak desa. Kami akan terus bersenang-senang hingga badan kami begitu menggigil, hingga bibir kami berubah menjadi biru dan hingga teriakan-teriakan orang tua kami semakin sering terdengar. Saat itulah kami memang harus berhenti.

Dalam balutan hujan aku senantinasa merindukan masa-masa itu. Ingin rasanya aku mengulang kembali masa-masa yang menyenangkan itu. namun apalah daya bahwa sang waktu tidaklah mengizinkan untuk kembali ke masa yang telah lalu. Terkadang aku ingin berlari meuju halaman dan menari serta tertawa dan bermain-main tatkala hujan turun. Namun di usia ku yang tidak bisa lagi dikatakan anak-anak ini, rasanya akan menjadi sebuah pemandangan aneh bagi orang-orang “dewasa” yang ada disekitar ku.

Tak jarang, hujan juga akan membawa mu menjelajah ke masa yang lainnya, kembali menuju masa-masa pertama kali engkau mengenal dia. Menuju ke masa-masa pertama kali kau mengenal yang namanya cinta dan rindu ataupun ke masa-masa dimana kau harus mengenal arti kata sebuah perpisahan. Itulah sang hujan, rangkaian jatuhnya butir air langit adalah laksana mesin waktu yang akan menarik mu kembali ke satu atau bahkan beberapa titik dalam masa perjalan mu yang telah terlampaui.

Hujan memang sesuatu yang unik dan menarik. Hujan membawa kita kepada refleksi diri akan kejadian-kejadian yang telah terlampaui. Disini lain, hujan juga dapat menjadi sebuah penggalan cerita yang akan menjadi bagian dari rangkaian kenangan kehidupan.

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s