Ah Sudahlah

Tampilan jam di pojok kanan bawah layar laptop telah menunjukkan pukul 1.22 dini hari. Terkadang aku bingung sendiri, apakah ini tepat untuk menyatakan dini hari ataukah pagi hari? Ah sudahlah, gak usah dibahas secara panjang lebar karena akan menghasilkan sebuah pembahasan yang luas (sok matematis banget nih bocah). Oke. Kembali ke permasalahan, sebenarnya ada kebingungan lain yang menyelip diantara ratusan bahkan jutaan kebingungan lainnya (halah lagi-lagi sok hiperbolis bin melankolis). Mau nulis apa sih aku ini? Tuh satu pertanyaan yang bikin aku bingung kepalang, galau siang-malam karena meriang alias merindukan kasih sayang. Ups, kok malah sampai kesana, ketahuan nih kalau penulisnya lagi galau akut. 😀

Ketika pembahasan menyangkut kata sakral berupa “galau” jadi keingat nih kalau ternyata galau itu juga penting bagi mahluk hidup. Mungkin kalau dalam mata pelajaran biologi, maka ciri-ciri mahluk hidup seharusnya ditambah satu lagi tuh yang penting, yakni “Galau”. Ah sudah, mengapa jadi membahas tentang galau sih? Lupakan saja sudah. Lupakan. 😀

Di atas tuh kan dicolek secara sekilas tentang mahluk hidup, nah salah satu hal yang cukup penting yang harus dimiliki oleh mahluk hidup adalah sifat disiplin. Ya, tentu saja disiplin dalam berbagai hal yang menyangkut hidup dan kehidupan. Tuh satu kata keknya sakti bener dah, dimana-mana banyak diutarakan (diutarakan terus, kapan dia akan diselatankan? Bingung dah sama orang-orang  :-D).

Banyak yang mengatakan bahwa disiplin adalah kunci terbesar untuk mencapai segalanya. Contohnya nih, kalau mau selalu kenyang ya harus disiplin dalam hal waktu makan, kalau mau segera melepas status sakral “jomblo” dari gelar kehidupan ya harus disiplin dalam melakukan usaha dan pdkt, kalau mau cepet nikah ya harus disiplin dalam mencari calonnya (kok contohnya mengarah ke arah begitu yah? Jangan-jangan penulisnya lagi curcol nih?)

Itu kan kata orang, kalau kata ku sih, itu satu kata yang mudah diucapkan, mudah diingat namun sangat sulit untuk direalisasikan. Bener gak? kalau kata ku sih bener banget. Mengapa? Karena tidak semua orang bisa menjalankan disiplin dengan mudah. Ambil contoh sederhana saja nih, gak usah jauh-jauh, lihat aja ini penulis (jangan percaya kalau dia bilang ‘penulis’, kalau penulis beneran kan sudah pasti punya karya tuh semisal cerpen, puisi, cerbung, artikel, atau bahkan yang paling tinggi adalah novel, lah ini orang, jangankan ceren, cerbung apalagi novel, lha wong catatan kuliah saja dia tidak punya, kerjaannya tidur terus sih di kampus.)

Kok lagi-lagi jadi melenceng gini sih? Gagal fokus ini orang :-D. Gini nih penjelasannya, lihat saja tuh arsip di blog ini, ya elah, ngapain masih disini, cek dulu sana arsipnya. Lihat kan tuh, kapan terakhir kali blog ini di perbarui? Nih aku tegaskan lagi, bulan juni tahun kemarin. Kalau dihitung secara kasar dan manual (cieh sok matematis lagi), kurang lebih udah sembilan bulan tuh blog ini gak ada entry. Sembilan bulan? Lama juga ternyata ya, udah kek durasi Ibu Hamil aja 9 Bulan. 😀

Nah tuh, 9 bulan gak ada enty di blog ini, pertanyaan yang muncul kemudian adalh “kemana aja sih yang punya ini blog? sibuk apa dia sampai 9 bulan lebih gak ada kabar? sibuk kampanye buat nyalon gubernur nyaingi itu Gubernur DKI? Ya elah, khayalan mu terlalu tinggi tuh, orang yang punya ini blog juga disitu-situ aja, gak ada kegiatan apa-apa. Lah terus kenapa lama gak ada pembaruan? Nah ini karena si empunya blog ini gak disiplin nih. Gak pernah disiplin malah. Ada aja alasannya kalau mau nulis, ya sibuklah, gak ada inspirasi, writer-block lah, atau alasan-alasan konyol lainnya. Sebenarnya itu sih bukan penulisnya aja yang malas. Membenarkan berbagai alasan untuk menghindar. Ya gak? (Kok jadi aku menyalahkan diri sendiri?)

Nah ini nih hal penting yang perlu dikaji dan direnungi. Ingat, yang namanya “waktu” itu tidak bisa berjalan mundur. Kalau dikatakan dengan bahasa kerena ala mahasiswa fisika, proses berjalannya waktu itu mirip seperti Entropi, prosesnya irreversible. Alias tak pernah berjalan mundur. Jangan sampai menjadi orang-orang yang merugi karena kita selalu menyia-nyiakan setiap detik dalam hidup kita ini (sok bijak bener ini, padahal penulisnya sendiri saja… ah sudahlah.)

Advertisements
Categories:

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s