Pemilik Masa Depan?

Setiap pribadi dari kita pasti memiliki yang namanya Waktu. Tiap-tiap manusia diberikan jumlah waktu yang sama dalam satu hari rotasi Bumi terhadap porosnya, yakni sebesar 24 jam. Jumlah waktu yang dimiliki adalah sama, tidak ada yang memiliki lebih dari 24 jam dan juga tidak ada yang memiliki jumlah kurang dari 24 jam. Semua sama. Semua dibagi dengan rata sebesar 24 jam perhari untuk setiap manusia.
Namun terkadang terdapat hal-hal yang menjadi pembeda yakni penggunaan dan efektifitas dari waktu yang dimiliki tersebut. Tidak sedikit yang memikirkan untuk lebih banyak dalam bersenang-senang dengan waktu yang ia miliki. Dan tidak sedikit pula yang senantiasa bekerja keras dengan memanfaatkan efektifitas waktunya semaksimal mungkin. Ada juga yang berada pada titik netral, yakni berusaha membagi waktunya seimbang mungkin antara penggunaan untuk kerja keras dalam mengupayakan efektifitaskan waktu dan juga penggunaan waktu dalam upaya untuk ‘memanjakan’ diri setelah berusaha begitu keras.
Dalam mengkaji waktu, setidaknya ada tiga hal terkait dengan waktu serta keterkaitannya dengan manusia. Hal pertama adalah kepemilikan atas masa lalu. Setiap diri kita pastilah memiliki masa lalu. Masa lalu adalah waktu yang telah berhasil kita lampaui. Sedetik yang lalu pun adalah masa lalu. Hingga detik ini, tidak ada satu alat pun yang dapat digunakan untuk membawa kembali pada masa lalu. Seberapa inginnya kita untuk kembali ke satu titik dalam himpunan kejadian yang telah lalu, kita tidak bisa untuk melakukannya. Masa lalu akan menjadi begitu berharga ketika kita telah melampauinya. Setelah melewati masa lalu, hal yang terjadi adalah perekaman masa lalu tersebut dalam pikiran sadar dan bawah sadar otak kita. Masa lalu yang menjadi begitu berharga setelah kita melewatinya akan terrekams membentuk struktur himpunan kehidupan yang memuat rangkaian kejadian yang telah lalu. Mungkin, cara yang paling mungkin untuk kembali ke masa lalu adalah hanya dengan mengingat dan mengenang setiap himpunan rangkaian perjalanan dan kejadian yang terjadi pada setiap waktu.
Hal kedua adalah masa kini. Masa kini adalah sebuah anugrah. Itulah kenapa dalam bahasa inggris, kata ‘saat ini’ diwakili oleh present yang secara harfiah berarti hadiah atau anugrah. Memang benar bahwa saat ini merupakan sebuah anugrah. Sebuah anugrah luar biasa yang diberikan Tuhan dengan salah satu tujuannya adalah untuk dapat kembali mengenang masa yang lampau serta untuk membuat sebuah kenangan yang kemudian akan menjadi bagian dari masa lampau. Pada kehidupan saat ini lah semua bergantung pada diri setiap pribadi. Pada waktu saat ini pula kita diberikan sebuah anugrah berupa sebuah kesempatan untuk melakukan hal-hal baik dan berguna bagi kehidupan waktu selanjutnya dan juga akan menjadi salah satu bagian kenangan yang menjadi rangkaian barisan himpunan kejadian dalam bingkai kenangan akan masa yang telah terlewati.
Hal ketiga adalah masa depan atau Future. Pada hakikatnya, masa depan adalah sesuatu yang jauh. Sedetik ke depan pun sebenarnya adalah sebuah hal yang cukup jauh. Namun terkadang, banyak dari kita yang berpikir bahwa sedetik ke depan adalah sesuatu yang telah berada di depan mata. Padahal sebenarnya tidak. Mengapa demikian? Jawabnya adalah sederhana. Karena kita bukanlah pemilik masa depan. Ya, kita memang bukan pemilik masa depan. Masa depan adalah sesuatu yang jauh dan belum pasti. Entah kita bisa sampai pada satu detik kemudian, satu jam kemudian, satu hari kemudian, satu minggu kemudian, satu bulan ke depan, atau bahkan satu tahun ke depan. Kita tidak akan pernah tahu. Bahkan sedetik kemudian pun kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Apakah saya masih akan tetap menulis, ataukah saya akan mengambil minuman tidak ada yang tahu. Bahkan saya sendiri pun belum mengetahuinya. Itu karena pada dasarnya kita bukan pemilik masa depan.
Menurut saya, masa depan adalah sebuah keajaiban dan misteri. Dikatakan misteri karena apa yang tertulis di masa depan masih belum terungkap. Seperti halaman sebuah buku yang masih tertutup. Tidak akan pernah bisa dibaca sebelum lembar halaman tersebut terbuka. Masa depan adalah sebuah keajaiban/miracle. Masa depan adalah salah satu titik manakala kita dapat berjumpa dengannya akan menjadi sebuah anugrah dan akan terus melangkah dan berlalu menjadi sebuah kenangan dan sejarah. Itulah mengapa masa lalu adalah sebuah keajaiban/miracle.
Satu hal yang sudah jelas, yakni kita bukanlah pemilik masa depan. Kita tidak akan pernah tahu apa kita akan dapat sebuah anugrah satu detik ke depan. Karena kita tidak pernah mengetahuinya maka satu hal yang harus senantiasa dilakukan adalah mengupayakan waktu kini yang merupakan anugrah ini sebaik mungkin. Tidak perlu menyiakan waktu kini. Satu hal yang perlu untuk selalu di ingat.
Masa Lalu Akan Menjadi Begitu Berharga Tatkala Kita Tak Lagi Memilikinya. Masa Kini Adalah Hadiah Yang Telah Kita Terima Dan Belum Tentu Akan Kita Terima Kembali di Saat Yang Berikutnya. Masa Depan Adalah Misteri Karena Kita Bukanlah Pemilik Masa Depan. Masa Depan Akan Selamanya Menjadi Misteri. Namun Dibalik Misteri Sebuah Masa Depan, Terdapat Sebuah Hadiah dan Anugrah Yang Luar Biasa, Yakni Masa Kini/Present Time.

Advertisements

Mari Berbagi Pemikiran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s