Sisakan Satu Untukku

Sisakan satu untukku Roti gandum kecoklatan berisi kumbu Sebagai pengusir laparku Tatkala hari turun matahari beradu   Sisakan saja satu untukku Agar perut kecilku ini tak lagi ngilu Agar malam ku tak lagi sayu Ketika mata dan bibir ku mulai meracu   Tolong sisakan satu untukku Bukankah Kau sudah menyimpan kue bolu? Kau ambil dari [...]

Katamu

Katamu Langit itu membiru Pertanda bahwa dirinya sedang merindu Pada Bumi yang membatu Katamu Rembulan pun membiru Tatkala merindu pada sang matahari yang kaku Katamu Angin mengembus Karena menjemput rindu Melebur dalam bayang kalbu Lalu tenggelam bersama sang waktu Tapi benarkah itu semua katamu? Bukankah selama ini kamu membisu Bukankah kamu tak pernah mengolah rindu [...]

Pejalan Tua

Pejalan Tua itu tertatih Napasnya berpadu dalam letih Menyusuri lorong demi lorong Kehidupan yang panjang nan gulita Tangannya keriput Meraba-raba dinding lorong Seolah melihat Padahal pandangan matanya mulai buram Pejalan Tua masih tertatih Diantara gulita yang membayang Tertumpuk segala beban pada pundak Yang bahkan tak lagi tegak Kaki-kakinya gemetar Seolah merintih Meminta rehat barang sejenak [...]

Puisi Hari Ini

Aku tulis puisi hari ini Pada selembar kertas Bekas bungkus kue lapis Dengan judul Puisi Hari Ini Aku tulis dalam empat bait Dalam irama yang menggoda Sebagai ungkapan bahwa karyaku adalah nyata Lalu ku tutup dengan sebaris kata dalam doa Aku baca puisiku pelan Berharap bahwa hari ini ada semangkuk sarapan Bukan hanya sebatas harapan [...]